Hypnosis dan Mitos yang Mengikutinya
Kita sering mendengar istilah hypnosis. Bahkan, istilah hypnosis semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Ini disebabkan oleh beberapa acara televisi dan bacaan koran yang menghadirkan aksi-aksi menghebohkan yang dilakukan oleh seseorang yang dihipnotis. Masyarakat pun membicarakan apa yang mereka tonton dan berusaha menarik kesimpulan tentang hypnosis. Sehingga masyarakat pun memiliki persepsi yang kurang tepat terhadap hypnosis. Mari kita menyimak beberapa mitos dan demitosasi (demitosasi = usaha untuk mengubah mitos) tentang hypnosis.
ü Mitos : ”Hypnosis adalah gendam, melibatkan kekuatan gaib/supranatural”
Padahal : ” Hypnosis dapat dijelaskan secara ilmiah, intinya adalah komunikasi dengan bawah sadar. Tidak ada unsur mistik”
ü Mitos : ”Hypnosis merupakan kondisi tidak sadar dan penguasaan pikiran”
Padahal : ”Orang yang dihipnotis sadar dan dapat mengendalikan dirinya, hipnosis tidak bisa dilakukan apabila subjek menolak.”
ü Mitos : ”Keberhasilan hypnosis ditentukan oleh kemampuan penghipnosis.”
Padahal : ”Keberhasilan hypnosis ditentukan oleh kerja sama antara penghipnosis dan orang yang dihipnosis.”
ü Mitos : ”Hypnosis biasanya untuk penipuan atau mempermalukan orang
Padahal : ”Hypnosis bisa digunakan untuk terapi mental dan menggali potensi positif”
Hypnosis = Alamiah
Ada terbersit penasaran diantara kita, bagaimanakah rasanya dihipnosis? Pada dasarnya secara alamiah manusia sering mengalami kondisi trance atau terhipnosis dalam kehidupan sehari – hari. Pernahkah anda mengalami seperti dibawah ini :
ü Khusyuk ketika berdoa
ü Asyik saat memancing atau mengerjakan hobi hingga lupa waktu
ü Asyik membaca buku, hingga tak terdengar orang yang memanggil
ü Terhanyut emosi, ketika dalam menonton televisi
ü Saat anda sedang gundah, tiba – tiba teman anda datang dan menyampaikan sesuatu kemudian anda menjalankan saran tersebut
ü Anda membeli produk dengan merek tertentu tanpa bisa menjelaskan secara rasional & argumentatif dalam pemilihan tersebut
ü Anda membayangkan atas apa yang anda rencanakan, kemudian anda mendapati kejadian seperti yang anda rencanakan
Bila Anda pernah mengalami satu saja di antara fenomena tersebut, ini berarti Anda pernah mengalami fenomena HIPNOSIS, terlepas pandangan atau pemikiran anda tentang HYPNOSIS. Trance adalah fenomena yang normal dan alami, dalam kehidupan sehari-hari semua orang sering mengalami trance tanpa disadari, yaitu ketika sedang menonton film yang menarik, menyetir mobil, membaca buku, bekerja didepan komputer dll.
Hypnosis = Ilmiah
Kondisi hypnosis dapat dijelaskan dengan alat pengukur gelombang otak manusia (brainwave activuty). Otak manusia menghasilkan empat jenis gelombang :
· Betha, frekuensi 12-25 hz,
dominan pada saat kita dalam kondisi aktif. Jika kita hanya beroperasi pada gelombang beta, maka akan menghasilkan kehidupan yang penuh dengan kekuatiran, ketegangan, dan pikiran yang tidak fokus.
· Alpha, frekuensi 8-12 hz
dominan pada saat kita rileks. Beroperasi pada gelombang alpha akan membantu kita untuk fokus dan mengarahkan diri pada hal tertentu.
· Theta, frekuensi 4-8 hz
dominan saat kita dalam kondisi hypnosis, meditasi dan tidur disertai mimpi. Beroperasi pada gelombang theta akan membuat kita menjadi sugestif dan fokus.
· Delta, frekuensi 0,1-4 hz
dominan pada saat kita dalam kondisi tidur lelap, tanpa mimpi.
Keempat jenis gelombang ini kita perlukan dalam aktivitas 24 jam. Contoh sederhana : aktivitas fisik yang intens seperti bermain dan berolahraga memerlukan pembentukan betha dominan, pelukis dan pencipta lagu memerlukan pembentukan alpha dominan, meditasi atau doa yang khusuk memerlukan pembentukan theta dominan, tidur memerlukan pembentukan delta dominan. Hypnosis tidak lebih dari sebuah usaha menciptakan kondisi theta yang dominan sehingga lebih fokus dan sugestif. Jadi, tidak melibatkan ilmu gaib!
Christina Hypno
Rabu, 30 Januari 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar